sejauh yang kumampu

sejauh yang kumampu
Tampilkan postingan dengan label Man United. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Man United. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 September 2015

Yesss,.,Yess..Glory Man United Round 3 Capital One Cup

Ok guys...Sangat menyenangkan untuk pertandingan Round Capital One Cup dini hari 24 September 2015. Dimana Sang Maestro captain wayne rooney mencantumkan nama di papan skor yang disusul dengan pemain muda yang berlabel fenomenal anthony Martial. Dengan skor kemenangan 3:0 lawan Ipswich berarti kini Manchester Unitedku masuk babak ke empat di Capital One Cup.
Perasaan senang dan bahagia serta harapan akan peluang menjadi terjaga. Sebagai fans sejati Manchester United jelas ada di hati kami akan kata bangga sebagai Fans Manchester United. Dengan masuknya di ke babak ke empat maka ulas berikut ini :

JUARA.net - Piala Liga Inggris atau Capital One Cup kini telah memasuki ronde keempat. Sebanyak 16 klub yang telah berhasil lolos kini sudah mendapatkan tim lawan mereka pada babak berikutnya.

Tidak seperti pada ronde ketiga yang sudah mempertemukan klub-klub teratas Premier League seperti pertandingan Tottenham Hotspur menghadapi Arsenal, pada ronde ini tim-tim unggulan bertemu dengan lawan yang notabene memiliki level di bawah mereka.

Akan tetapi yang menarik adalah terjadinya pertemuan antara Manchester City dengan Crystal Palace. Aroma balas dendam tentu akan memanaskan pertandingan yang akan digelar di Etihad Stadium ini setelah kekalahan menyakitkan yang dirasakan Palace pada pekan kelima Premier League akibat gol Kelechi Iheanacho pada menit ke-90.
Berikut hasil undian ronde keempat Piala Liga Inggris:

Manchester City vs Crystal Palace
Liverpool vs Bournemouth
Manchester United vs Middlesbrough
Everton vs Norwich City
Southampton vs Aston Villa
Sheffield Wednesday vs Arsenal
Hull City vs Leicester City
Stoke City vs Chelsea

Pertandingan ronde keempat ini dijadwaklan akan digelar pada 26 dan 27 Oktober 2015.
Salam manis dari mbah Bo dari Fans Sejati Manchester United fc

Rabu, 26 Agustus 2015

Play Off Liga Champion 2015/2016

LAGA HIDUP MATI MANCHESTER UNITED

Setelah berhasil menang dengan skor meyakinkan 3-1 di leg pertama, kini Manchester United harus berusaha untuk mempertahankan keunggulan agregat saat bertandang ke markas Brugge di leg kedua babak play off Liga Champions Eropa, Kamis (27/8/2015) WIB. Karena bila hal itu tidak terjadi, maka Manchester United tidak akan lagi bisa berlaga di gelaran Liga Champions Eropa musim 2015/2016.

Pasalnya, meski Brugge harus menelan kekalahan 3-1 di leg pertama, namun mereka masih bisa menggeser Setan Merah bila berhasil menang dengan skor 2-0 di leg kedua. Maka dari itu, pelatih Brugge, Victor Vaquez mengaku akan berusaha mencetak gol cepat saat menjamu Setan Merah.

''Saya sangat kecewa dengan hasil leg pertama, itu sudah jelas. Gol terakhir yang dicetak Fellaini semakin menambah beban kami untuk menghadapi leg kedua,'' ungkap Vaquez.

''Tapi anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi di sepak bola. Jika kami bisa mencetak gol cepat di kandang dan mendapat dukungan penuh dari pemain ke-12 kami (fans), maka kami bisa mencapai semua yang kami inginkan,'' sambungnya seperti dilansir Manutd.Com.

Louis Van Gaal sendiri sadar, bukanlah sebuah hal mustahil bagi Brugge untuk membalikan keadaan dan menjegal langkah Setan Merah menembus babak grup Liga Champions Eropa. Van Gaal mengaku tahu betul, kalau Brugge merupakan klub yang sulit untuk dikalahkan saat bermain di kandang.

Dari 10 laga kandang terakhir yang dilakoni Brugge di kancah Eropa, klub asal Belgia ini sama sekali belum pernah merasakan kekalahan. Dari 10 pertandingan tersebut, Brugge berhasil memastikan enam kemenangan dan empat hasil seri.

''Ini adalah pertandingan sulit, dan mereka (Brugge) bukanlah lawan yang mudah. Saya membaca di salah satu media Inggris yang menulis kalau ini adalah laga yang mudah,'' ucap Van Gaal.

''Itu sama sekali tidak benar. Saat menghadapi Panathinaikos di laga kandang terakhir mereka, Brugge berhasil menang 3-0,'' sambungnya.

Namun Van Gaal juga mengakui, kalau kemenangan 3-1 yang berhasil diraih anak asuhnya di leg pertama, telah meningkatkan rasa percaya diri skuat asuhannya.

''Laga ini sama seperti laga lainnya. Hanya saja kami memiliki rasa percaya diri lebih setelah berhasil mencetak tiga gol di leg perdana,'' pungkas Van Gaal.

Tentunya kini Van Gaal berharap agar Memphis Depay bisa kembali menunjukan performa yang sama dengan apa yang ia tunjukan di leg pertama babak play off Liga Champions Eropa. Dalam laga tersebut, Depay yang baru didatangkan dari PSV di awal musim ini berhasil menjadi sosok utama dengan dua gol dan satu assistnya yang akhirya membuat Setan Meraih hasil sempurna.

karena gue pecinta Manchester United maka gue adalah United Army berharap Man Unitedku lolos ke penyisihan group dan kembali ke jalur keemasan dengan era baru di kancah eropa. ini lah langkah awal untuk kembali ke nama besar sebuah club bola. kembali ke masa Jaya nan Menankutkan untuk sang lawan.
saya aman sangat mengamini akan strategi sang meneer. dan semoga menghasilkan kenikmatan aroma wine kesukaannya.

Berikut ini 10 fakta dari laga Brugge vs MU:

1. Pertandingan ini akan dipimpin oleh wasit Spanyol Antonia Mateu Lahoz. Ia dinobatkan sebagai wasit terbaik di La Liga pada musim 2013/2014.

2. Ini akan jadi pertandingan Eropa yang ke-320 untuk Manchester United dan ke-285 untuk Club Brugge.

3.  Ini akan menjadi duel Eropa yang ke-98 antara wakil Inggris dan Belgia

4.  Tiket pertandingan Club Brugge vs MU terjual habis di stadion Jan Breydel

5.  Brugge hampir mendapatkan hasil yang layak pada pertandingan leg pertama. Tapi justru pemain asal Belgia, Marouane Fellaini, yang membuat Brugge dalam posisi sulit setelah ia mencetak gol ketiga MU pada injury time.

6. Club Brugge sudah lima kali harus membalikkan keadaan dari ketertinggalan 1-3 pada leg pertama. Dari lima itu, Brugge hanya sukses sekali di Piala UEFA 1987 saat mengalahkan FK Crvena Zvzda dengan skor meyakinkan 4-0.

7.  Hans Vanaken memainkan pertandingan Eropa yang ke-10 dalam kariernya setelah bermain enam kali untuk Lokeren dan tiga untuk Brugge

8. Timmy Simons melewatkan pertandingan Eropa untuk pertama kalinya sejak kembali ke Jan Breydel tahun 2013.

9.  Brugge vs MU akan menjadi pertandingan Eropa ke-20 Michel Preud'homme sebagai pelatih kepala Brugge.

10. Oscar Duarte akan memainkan pertandingan resminya yang ke 100 untuk Brugge versus MU. Sebastian Bruzzese dan Abdoulay Diaby memainkan game kesepuluh mereka untuk Brugge.

Rabu, 24 Juni 2015

Nich Guys Jadwal Man Unitedku untuk musim 2015/2016 di Premier League

Manchester United bakal melakoni laga berat di awal kompetisi Liga Inggris musim 2015-2016. Tottenham Hotspur, Liverpool, Arsenal, dan Mancehster City adalah empat tim dari sepuluh laga awal yang harus dihadapi tim besutan Louis van Gaal.

United akan memulai laga perdana Liga Inggris musim depan dengan menghadapi Tottenham Hotspur di Old Trafford, 8 Agustus mendatang. Selang sepuluh hari kemudian atau tepatnya 18 Agustus, juara 20 kali Liga Inggris akan melakoni laga leg pertama play-off Liga Champions dan leg kedua akan dilaksanakan pada 25 Agustus.

Adalah Lazio, Monaco, Sporting Lisbon, CSKA Moscow, Brugge, Young Boys, Sparta Praha, Fenerbahce, Rapid Vienna atau Panathinaikos. Yang siap menantang United di laga play-off Liga Champions.

Beralih ke Liga Inggris, Wayne Rooney dkk baru mendapatkan ujian berat kala berhadapan dengan Liverpool di pekan kelima pada 12 September. Setan Merah akan melakoni laga melawan Manchester City di Old Trafford pada 24 Oktober. Pertemuan kedua Derby Manchester akan berlangsung di Stadion Etihad, yang dijadwalkan pada 19 Maret 2016.

Perjalanan United di laga Boxing Day tidaklah mudah. Satu hari setelah perayaan Natal, anak asuh Van Gaal akan berkunjung ke markas Stoke City di Stadion Britannia. Selang dua hari, mereka akan berhadapan dengan juara musim 2014-2015, Chelsea.

Inggris akan mencari tahu Liga Champions play-off lawan setelah imbang di Nyon Agustus 7. bisa menghadapi Lazio, Monako, Sporting Lisbon, CSKA Moscow, Brugge, Young Boys, Sparta Praha, Fenerbahce, Rapid Vienna atau Panathinaikos.

Ini Jadwal Lengkap Manchester United musim 2015-2016:

Sabtu, 8 Agustus
Tottenham Hotspur (H)

Sabtu, 15 Agustus
Aston Villa (A)

Sabtu, 22 Agustus
Newcastle United (H)

Sabtu, 29 Agustus
Swansea City (A)

Sabtu, 12 September
Liverpool (H)

Sabtu, 19 September 19
Southampton (A)

Sabtu, 26 September
Sunderland (H)

Sabtu, 3 Oktober
Arsenal (A)

Sabtu, 17 Oktober
Everton (A)

Sabtu, 24 Oktober
Manchester City (H)

Sabtu, 31 Oktober
Crystal Palace (A)

Sabtu, 7 November
West Bromwich Albion (H)

Sabtu, 21 November
Watford (A)

Sabtu, 28 November
Leicester City (A)

Sabtu, 5 Desember
West Ham United (H)

Sabtu, 12 Desember
Bournemouth (A)

Sabtu, 19 Desember
Norwich City (H)

Sabtu, 26 Desember
Stoke City (A)

Sanin, 28 Desember
Chelsea (H)

Sabtu, 2 Januari
Swansea City (H)

Rabu, 13 Januari
Newcastle United (A)

Sabtu, 16 Januari
Liverpool (A)

Sabtu, 23 Januari
Southampton (H)

Selasa, 2 Februari
Stoke City (H)

Sabtu, 6 Februari
Chelsea (A)

Sabtu, 13 Februari
Sunderland (A)

Sabtu, 27 Februari
Arsenal (H)

Selasa, 1 Maret
Watford (H)

Sabtu, 5 Maret
West Bromwich Albion (A)

Sabtu, 12 Maret
Crystal Palace (H)

Sabtu, 19 Maret
Manchester City (A)

Sabtu, 2 April
Everton (H)

Sabtu, 9 April
Tottenham Hotspur (A)

Sabtu, 16 April
Aston Villa (H)

Sabtu, 23 April
West Ham United (A)

Sabtu, 30 April
Leicester City (H)

Sabtu, 7 Mei
Norwich City (A)

Minggu, 15 Mei
Bournemouth (H)

Sabtu, 23 Mei 2015

Analisa "bonceros" tentang Man United Semusim bersama David Moyes & LVG


Tentang Sir Alex Ferguson di mata suksesornya

Moyes: 

“Luar biasa ketika saya bertemu dengannya. Dalam waktu setengah jam ia berbicara tentang skuat dan para pemain serta staf, dan itu masih membuat saya tidak percaya. Pada waktu itu, saya disumpah untuk menjaga rahasia karena Sir Alex ingin menjaga kabar pensiunnya untuk diberitakan sampai saat yang tepat.”

“Saya hanya tahu beberapa hari sebelum saya bersama Everton bermain melawan Liverpool ketika saya mendapat panggilan. Ia mengatakan banyak hal kepada saya tentang klub dan betapa besarnya arti klub ini baginya, bagi orang-orang yang bekerja untuk klub ini, dan aku bisa menerimanya. Dia mengatakan kepada saya hal-hal yang dapat ditingkatkan, dia sangat jujur​​.”

“Saya berpengalaman dalam banyak hal dan ada beberapa manajer brilian yang bisa dengan mudah mengambil peran ini, tetapi keyakinan terbesar saya adalah bahwa Sir Alex Ferguson mengatakan kepada saya: Anda adalah manajer Manchester United berikutnya.”


Van Gaal: 

“Saya memiliki kepribadian yang kuat dan setiap tahun saya telah berhasil. Sedangkan Sir Alex memiliki filosofi yang kuat, dia memenangkan banyak gelar dan saya harap saya bisa melakukannya juga.”

“Tentu saja, dia menelepon saya untuk memberi selamat dan kami telah berbicara sambil minum kopi. Kami adalah manajer yang secara elit selalu diundang oleh UEFA. Kami mengenal satu sama lain dengan sangat baik. Jadi ya, kami akan berbicara sambil minum kopi atau anggur.



Kupas semusim era Moyes dengan Van Gaal

” bonceros " salah satu fans Setia dari milyaran fans Manchester United yang tersebar di dunia ini, akan mencoba juga menganalisa perubahan Manchester United setelah ditinggalkan sang Maestro Opa Fergie.

Transisi...itulah kata yang pas untuk Manchester United untuk 2 musim terakhir ini....setelah peninggalan opa fergie...!!! Manchester United belum mendapatkan satu gelar profesional pun di 2 musim terakhir, hanya mendapatkan gelar di pra musim di benua amerika kala ditangani oleh Lois Van Gaal...tapi itu hanya Tour Pra Musim...so menurutku bukan gelar profesional di ajang kompetisi.

Baik guys...saya akan membahas perbandingan suksesor opa Fergie... Dimata saya. Mungkin berbeda dengan analisa para pemirsa, tapi boleh kan sedikit memberi alasan mengapa atau why !!! Soalnya setiap orang boleh mengeluarkan pendapat, ini lah dinamakan kebebasan HAM...huakkakakakak,..ok,ok...sekarang dengan bahasaku yang lugu dan polos sebagai penulis analisa ini....saya Mr. Bonceros meminta maaf terlebih dulu kalo analisa kita berbeda...!!!siiiip sekarang saatnya sob.

Perbedaan Era Moyes dan LVG

Aneh saya rasa dalam masa kepemimpinan The Choosen One dengan LVG....dimana pada masa moyes, terlihat sekali tidak jor joran dalam melakukan pembelian pemain...berbeda dan berbanding terbalik dengan era LVG dalam semusim juga...apa sich yang bisa membedakan anggaran dana ? Apa misi dan visi kedua sosok tersebut berbeda 360°...atau karena sebuah figur prestasi CV yang dimiliki kedua maestro itu ???

Yang jelas jawabannya benar..,,visi, misi kita ketahui berbeda...apalagi di figur CV jelas jauh banget antara kedua maestro tersebut...Van Gaal poenya segalanya.

Nah yang jadi pertanyaan kenapa berbeda atas kucaran dana belanja...seharusnya menurut statemen saya sich...yang belum punya figur total harusnya disediakan dana lebih besar agar mendapatkan pemain besar guna menunjang prestasi club...keadaan disini management sang chair man edwoord mengambil keputusan yang berbalik dari statement saya...saya nggak tau, why edwoord ??? Itu pertanyaan yang ada dihati saya.

Akan kutemukam jawaban jika aku bisa menanyakan langsung pada sang chair man . karena dikoran berita tidak ada kolom yang menjwab serta menampung pertanyaan saya. InsyAllah bisa ketemu lah jawabnnya esok di saat musim ada besi yang mengambang di air,,,,huakakakakakak.

Di era moyes, pebelian termahal hanya lah Juan Mata...Mourene Felaini masih dibawah mata jauh...hanya 2 sosok itu yang kental akan wajah baru Manchester United dibawah asuhan moyes...meskipun di berita baik lokal maupun interlokal kala kepemimpinan moyes juga banyak pemain besar yang jadi incarannya dan yang sukses hanya kedua pemain diatas. Kalo benar incaran moyes akan pemain-pemain besar itu benar, sekarang terjawab sudah di otakku...berarti selama MU ditangani moyes bukan salah edwoord tidak dapat membelanjakan pemain untuknya, mungkin karena sebuah figur mengapa pemain besar incaran Manchester United tidak dapat dibeli. Hanya itu yang bisa saya terawang.
Mungkin pemain-pemain besar incaran MU kala kepemimpinan Moyes, tidak mengenal sosok pelatih seperti David Moyes...dia lahir dimana, prestasi profesionalnya apa ? Mungkin alasan itulah banyak yang menolak tawaran MU kala itu. Salah satu contohnya yaitu Thiago Allcantara yang sekarang bermain di Bayern Munchen...saya sempat memnaca berita, tapi sumbernya saya lupa...! Kala itu alcantara bicara, siapa david moyes ? Saya tidak mengenalnya. Dari situlah terselip otak jorok bahwa kemungkinan besar MU akan ambruk...realnya di akhir musim benar, MU hanya berada di pos 7 klasemen Premier League...zona champion hilang, para pemain bintang tak ada yang datang. Itu masa kepemimpinan moyes di MU di mata saya. Banyaknya kegagalan dalam transfer pemain karena mungkin mempertanyakan ke hebatan strategi yang diusung david moyes, keraguan inilah yang mungkin menyebabkan gagalnya transfer pemain-pemain hebat kala kepemimpinan David Moyes. 

Berbeda 360° dengan masa suksesornya opa fergie yang kedua yaitu di musim 2014-2015. Setelah pemecatan moyes, ryan giggs ditunjuk lebih dulu menggantikan david moyes...dan akhirnya di musim 2014-2015, barulah maestro kawakan Lois Van Gaal menggantikan peran seutuhnya david moyes...!!!
Senang sich waktu itu ada berita Van Gaal mau tanda tangan kontrak dengan Manchester United dengan durasi kontrak 3 tahun. Kenapa saya senang, karena tottenham hotspur juga menginginkannya,...selain alasan menang dari Tottenham dalam merebut tanda tangannya...saya rasa ini saatnya Manchester Unitedku kembali ke glory lagi. Karena setelah melihat kiprah LVG diajang Piala dunia 2014 kemaren, sistem keplatihannya sukses membawa tim orange ke semi final. Sebuah pretasi yang bagus bukan. Nah selain itu dia juga punya CV yang bagus...membawa Barcelona dan Munchen serta ajax mengangkat trofi juga. Jadi wajarlah jika aku yakin kalo MU kembali ke jalan sukses.

Di Tour Pra musim...menunjukkan sebuah harapan lagi...dimana memenangi liga tour yang diadadakan di Amerika. Nah tambah cintanya n yakinnya aku kepad sosok Lois Van Gaal, tema formasi yang baru...kala itu van gaal masih menggunakan formasi 3-4-1-2. Pada tour pra musim sekses...!,!,!

Tapi hasil di Tournya itu berbanding terbalik disaat liga dimulai...Manchester United kalah di laga perdana dan sampai di pertengahan musim MU masih tercecer diluar zona champion dengan permainan yang tidak memiliki stabilitas dan jauh dari konsisten...disitulah awal kaco perasaanku & berkurangnya empatiku terhadap sosok Lois Van Gaal. 

Ok ndan, lupa perbadaan transfer pemainnya. Di era Van Gaal sang chair man jor joran dalam melakukan pembelian pemain...dimana nama-nama pemain besar dan bintang pada datang di old trafford. Diera van gaal ini, ada 5 pemain besar di awal musim...semuanya berkedok bintang juga, yaitu Angel D'maria, Falcao, Luke Shaw, Ander Herera, Delay Blind...nama2 besar datang ke old traford diawal musim, selain di awal musim , Di era Van Gaal dipertengahan musim juga mendapatkan taken kontrak Victor Valdes. Nah, dari situ bisa dirasakan sekali kan perbedaan belanja yang dikeluarkan sang chair man..!!!

Di era moyes dengan membawa 2 pemain besarnya itu, MU berada di pos. 7, di era van gaal dengan 6 pemain emasnya masuk zona champion...di pos 4, meskipun harus play off untuk masuk liga champion,

Melihat statistik pemebelian pemain jelas sangat berbeda...dan hasilnya juga buat saya kaget...kenapa kok dengan pemain emas hanya naik 3 strip....????
Alasan yang perlu untuk ditanyakan. Kenapa gak naik minimal 4 strip lah, msok cuma 3 strip.

Disini juga aneh, pembelian pemain yang dilakukan van gaal banyak yang sia-sia...pemain bintang hanya dijadikan cadangan tapi pemain pembelian moyes, pertengahan musim sampai akhir malahan menjadi andalan Van Gaal...jelas itu peninggalan david moyes, karena fellani dan mata adalah pembelian dari moyes, tapi dimana pembelian van gaal atas pecahnya rekor transfer club ? Angel maria malah kalah bersinar dengan asley young, falcao sama sekali tak menunjukkan taji siungnya...ies disitu.. Banyak uang sia2.

Nah dengan analisa transfer, jelas sekali moyes lebih mendekati opa fergie...tapi dilihat dari prestasi Lois Van Gaal lah yang lebih mendekati.
So, sekarang positive thinking aja terhadap LVG....permainan yg tidak stabil serta jauh dari konsisten di awal musim karena percobaan formasi untuk kedalam skuat itu yang menjadikan alasan Van Gaal untuk dimaklumi...karena Van Gaal bisa mencapai target MU musim ini, karena masuk ke Zona Champion...dan saya yakin figur Van Gaal lebih mempengaruhi motivasi juang atas skuat yang ditinggalkan opa fergi...karena prestasilah rooney cs lebih masuk kefilosofinya daripada David Moyes.

Apapun itu saya mengharapkan di musim 2015-2016 yang akan datang, van gaal tidak salah pilih pemain lagi dalam memperkuat kedalaman skuat yang telah dibangun semusim ini. Jor joran dalam transfer harus bisa menghasilkan trofi yang diangkat, meski hanya satu trofi. Kalo bisa efisien dan efektif seperti yang dilakukan opa fergi.
Karena Transisi kita harus memakluminya.
So target van gaal dimataku kalo pengen dikatakan succes, harus bisa membawa Manchester United angkat trofi di salah satu kompetisi yang diikuti...alasan saya menargetkan ini kepada Van Gaal untuk musim keduanya di Manchester United, 

1. Karena jelas dimataku, musim awal dalam menentukan rekruitmen pemain tidak lebih bagus dari david moyes dengan melihat hasil tabel klasemen premier league dengan hasil per pekan.

2. Van Gaal lebih memiliki jaminan sukses dari david moyes . karena dia memiliki skuat pemain label bintang dengan harga serta gaji pemain tinggi.

3. Konsistensi dari pemain mulai muncul akan filosofi yang diusungnya, mulai ada perpaduan pembentukan strategi dan formasi permainan. Terlihat mulai bulan februari 2015 sampe akhir kompetisi, hingga akhir musim finish di pos 4 dan masuk ke zona Champion League.

4. Masih ada waktu sisa musim selama kontraknya belum habis, tidak seperti David Moyes yang telah dipecat selama hanya bekerja 10 bulan. 

5. Pada musim keduanya ini, yaitu 2015-2016.... lVG masih di dukung dana besar di bursa transfer. Asa saya jangan terulang seperti di musim awal,,,saya nyatakan gagal transfer, . 

Jika masih gagal dimusim keduanya ini bersama Manchester United, saya rasa...saya tidak salah jika memberikan statement saya terhadap Van Gaal bahwa masih baik The Choosen One daripada anda Mr. Van Gaal.


Pernyataan Van Gaal yang saya sukai dan menunjukkan karakter pemimpin sejati tentangnya adalah saat dia bilang di pers bahwa 

"Dua minggu yang lalu saya adalah Raja di Manchester United, tetapi sekarang saya malah menjadi iblisnya Manchester United." 

Jelas banget seorang pemimpin yang mengutamakan rasionalnya dan bukanlah ego...dan saya nyatakan aku bngets...hiks,..hiks...hiks...disaat kita salah, kita harus siap menerimanya. Tak peduli kita sebagai pemimpin atau bukan.

Sekian , terimaksih

Jumat, 22 Mei 2015

Ryan Giggs

Nah guys...nie pemain yang akan gua ulas tuk pertama kali... Dan mengapa saya hrus mengulas satu pemain ini....???

Ok, ndan...nie pemain special bangets....loyalitas nya sangat terlihat jelas di dalam karir sepak bolanya, dia tak pernah bermain club profesionalnya selain Manchester United. Dia termasuk skuat muda opa fergie...dengan julukan skuat 1992. Tapi yang membedakan sosok ini dari skuat pemain 92 yaitu...dia lah orang pertama kali dalam skuat 92 itu yang dromosikan oleh opa Fergi kala itu. Baru akhirnya, Scoles , david Beckham dll.

Sosok ini seperti menggambarkan akan pencitraan sebuah loyalitas yang dibangun masa era opa fergi. Sampai sekarng dia tetap di Manchester United, meskipun dia sekarng bukanlah berperan sebagai aktor di lapangan...tapi dia sekarang menjadi pemain dibalik layar atas aktor-aktor yang ada di lapangan.

Peran dia sekarng adalah Asisten Manager Lois Van Gaal...dimana LVG adalah manager skuat Manchester United yang sekarang setelah mengganti kan David Moyes. Giggs lah yang ditunjuk untuk menjadi asisten managernya.

Nggak akan panjang lebar guys...sekarang saatnya saya mengutip sedikit banyaknya tentang auto biografinya...meskipun tak aku tulis semua, tapi insyAllah catatan ini sudah mewakilinya. Ok, guys...nie dia sosoknya

Ryan Giggs

Ryan Joseph Giggs (nama lahir Ryan Joseph Wilson) (lahir di Cardiff, Wales, Inggris, 29 November 1973; umur 41 tahun) adalah mantan pemain sepak bola Wales yang selama karier profesionalnya bermain untuk Manchester United sejak tahun 1990 hingga pensiun pada tahun 2014 dan kini menjadi asissten manajer di Manchester United.

Giggs membuat penampilan pertamanya untuk klub selama musim 1990-91 dan telah menjadi pemain reguler sejak musim 1991-92. Dia membuktikan dirinya sebagai pemain sayap kiri terbaik selama 1990-an, dan terus dalam posisi ini baik ke tahun 2000-an, meskipun ia telah semakin banyak digunakan dalam peran playmaking terlebih dalam tahun-tahun terakhir ini. Giggs dikenal sebagai pemain tak kenal lelah, penguasaan bola dan kemampuan untuk menciptakan peluang mencetak gol bagi rekan setimnya.

Karier klub

Ayah Ryan bernama Danny Wilson, seorang pemain rugby. Ibunya bernama Lynne. Adiknya, Rhodri Giggs, juga seorang pemain sayap yang bermain untuk FC United of Manchester, sebuah klub non-liga yang didirikan oleh fans yang tidak setuju akan pengambilalihan Manchester United oleh Malcolm Glazer.

Klub Ryan Giggs sekarang ini dan satu-satunya sampai sekarang ini adalah Manchester United. Ryan merupakan pemain terlama yang pernah membela klub ini dan merupakan pemain pertama terbanyak tampil untuk MU sepanjang sejarah (805 kali) setelah memecahkan rekor Sir Bobby Charlton (758 kali). Ia sudah bersama United memenangkan dua belas kali gelar juara liga (mengalahkan rekor yang disandang oleh pemain Liverpool F.C., Alan Hansen dan Phil Neal yaitu sembilan kali), empat gelar FA Cup, dua gelar League Cup dan dua gelar Liga Champions.

Karier Kepelatihan

Ryan Giggs Mengawali Musim 2013 - 2014 Dengan Menjadi Asisten Pelatih David Moyes Dan Sekaligus Masih Menjadi Pemain . Ia Tercatat Pemain Tertua Yang Bermain Di UEFA Champions League Musim 2014 Dengan Umur 40 Tahun . Pada Tanggal 22 April 2014 David Moyes Dipecat Dan Ryan Giggs Pun Di Percaya Menangani Manchester United Hingga Menejemen Mencari Pelatih Pengganti. Pada Tanggal 26 April 2014 Pertandingan Pertama Giggs Menjadi Pelatih , Dan Pada Pertandingan perdana Itu MU Sukses Menghajar Team Tamu Norwich City Dengan Skor 4 - 0 .

Disiplin

Giggs tercatat belum pernah mendapat kartu merah saat bermain untuk Manchester United dan hanya sekali ketika bermain untuk negaranya Wales, saat itu pada tanggal 5 September 2001 di pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Norwegia,[3] Giggs menerima kartu kuning kedua di menit 86.[4] Pada bulan November. 2003, ia ditemukan bersalah atas perilaku yang tidak tepat oleh FA karena perilakunya selama pertempuran pertandingan Old Trafford melawan Arsenal (salah satu dari dua Serikat dan enam pemain Arsenal dibebankan atas insiden tersebut)[5], Giggs menerima 7.500 £ baik tetapi dihindari dari suspensi pertandingan.[6] pada minggu yang sama, Giggs menerima skorsing dua pertandingan dari sepak bola internasional karena dengan sengaja menyikut pemain Rusia Vadim Evseev di wajah selama leg pertama Euro 2004 play-off.[7] Pelanggaran tersebut dibantah oleh wasit Lucilio Batista, namun Giggs kemudian didakwa menggunakan bukti video.

Rekor
Ryan Giggs dengan trofi Liga Utama Inggris pada 2008

    Telah memenangkan rekor 13 divisi teratas Inggris gelar liga sebagai pemain, dan satu-satunya pemain Manchester United untuk memiliki medali pemenang dari seluruh Liga Premier 13 judul kemenangan.
    Penampilan Liga Premier terbanyak bagi seorang pemain, dengan 663.[8]
    Pemberi assist di Premier League terbanyak (accurate records are only available from 2002 onwards).[9]
    Pemain selalu memainkan dan mencetak gol di setiap musim Liga Premier.
    Pemain yang telah mencetak gol di 16 turnamen Liga Champions berbeda (termasuk sebelas turnamen berturut-turut, 1996-1997 untuk 2006-07, hanya Raúl memiliki rekor lebih baik dengan 14)
    Pencetak gol terbanyak oleh pemain Inggris di Liga Champions / Piala Eropa sejarah yang tepat, dan 14 secara keseluruhan (tidak termasuk putaran awal).[10]

Referensi

    ^ "Premier League clubs submit squad lists". premierleague.com (Premier League). 2010-9-1. Diakses 2011-7-7.
    ^ "Official Man Utd profile". ManUtd.com. Manchester United. Diakses 2011-7-23.
    ^ "Giggs off as Wales are beaten in Oslo". BBC Sport (British Broadcasting Corporation). 5 September 2001. Diakses 28 September 2010.
    ^ "Hughes defends Giggs over red card". BBC Sport (British Broadcasting Corporation). 5 September 2001. Diakses 28 September 2010.
    ^ "Eight charged after bust-up". BBC Sport (British Broadcasting Corporation). 24 September 2003. Diakses 28 September 2010.
    ^ Rowbottom, Mike (2 December 2003). "Giggs and Ronaldo escape bans for fracas". The Independent (London: Independent News and Media). Diakses 22 December 2011.
    ^ "Giggs handed two-match ban by UEFA". CNN. 5 December 2003. Diakses 28 September 2010.
    ^ "Ryan Giggs". Stretfordend.co.uk. Diakses 21 May 2011.
    ^ "filter by, all seasons, assists, to verify that records don't go back to beginning of his career select pre 2001, assists". Premier League. Diakses 21 May 2011.
    ^ "Top Scorers – UEFA Champions League 1991–2011". Futbal.org. 4 May 2011. Diakses 21 May 2011.

Pranala luar

    (Inggris) Statisik Ryan Giggs pada situs web resmi FIFA.
    (Inggris) Profil dan statistik Ryan Giggs di situs web Soccerbase.com
    Profile at ManUtd.com
    Transfermarkt profile
    (Inggris) Ryan Giggs di Internet Movie Database
    (Inggris) Karya atau profil mengenai Ryan Giggs di perpustakaan (katalog WorldCat)
    Ryan Giggs profile, Chris Whyatt, BBC News, 23 May 2011, stats
    (Inggris) Ryan Giggs - Berita dan komentar di The Guardian
    (Inggris) Ryan Giggs di Notable Names Database
    BBC Your Paintings portrait by Peter Edwards

Sir Alex Ferguson

Nah...nie orang nomor satu yang punya figur joss markotop di Manchester United....orang yang paling saya idolakan di olahraga Sepakbola. Dimataku dia number one, tak tertandingkan. 

Ok, nggak perlu panjang lebar...kali ini saya akan memberikan gambaran tentang sosok nomor satu itu...dari membaca banyaknya artikel serta Biografi tentang dirinya, akhirnya saya bisa menyadurkan lewat ketikan dibloggerku ini...meskipun tidak begitu mendetail tapi saya kira sudah mencukupi atau mewakili histori dan biografi tentang dirinya. Ok, nie ndaan sobat dumaiku semua...dia adalah


SIR ALEX FERGUSON

Sir Alexander Chapman "Alex" Ferguson CBE (lahir di Govan, Glasgow, 31 Desember 1941; umur 73 tahun) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Skotlandia, yang pernah menangani Manchester United, di mana dia telah bertugas lebih dari 1000 pertandingan. Dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dalam sejarah, dia telah memenangkan lebih banyak trofi daripada pelatih manapun sepanjang sejarah sepak bola Inggris. Dia telah menangani Manchester United sejak tanggal 6 November 1986 hingga 2013, menggantikan Ron Atkinson.

Di Manchester United, Sir Alex menjadi pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris, dengan memimpin tim memenangkan 13 gelar juara liga. Pada 1999, dia menjadi pelatih pertama yang membawa tim Inggris meraih treble dari Liga Utama, Piala FA and Liga Champions UEFA. Juga menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan Piala FA sebanyak 5 kali, Fergie juga menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil memenangkan gelar Liga Inggris sebanyak 3 kali berturut-turut bersama tim yang sama (1998-1999, 1999-2000 and 2000-2001). Pada 2008, dia bergabung bersama Brian Clough (Nottingham Forest) dan Bob Paisley (Liverpool) sebagai pelatih Britania yang pernah memenangkan kejuaraan Eropa sebanyak lebih dari satu kali. Ferguson resmi menyatakan pensiun sebagai pelatih United pada 9 Mei 2013.[4] Posisinya akan digantikan oleh David Moyes terhitung mulai 1 Juli 2013.

Awal karier

Alexander Chapman Ferguson lahir dari pasangan Alexander Beaton Ferguson, seorang buruh pekerja galangan kapal dengan Elizabeth Hardie. Ia menghabiskan masa kecilnya di daerah Govan,Skotlandia bersama adiknya Martin Ferguson.
Karier klub

Karier sepak bola Ferguson dimulai ketika ia bergabung dengan klub amatir Queens Park pada umur 16 tahun. Berposisi sebagai penyerang ia mencetak 20 gol pada musim debutnya dan pindah pada musim berikutnya ke klub amatir St. Johnstone. Di klub barunya, Ferguson mengejutkan publik dengan mencetak hattrick melawan klub idolanya Glasgow Rangers. Performanya membuat ia dikontrak profesional oleh Dunfermline. Pada musim pertamanya Ferguson berhasil mencapai final Piala Skotlandia melawan Glasgow Celtic akan tetapi kalah 3-2. Ferguson sendiri tidak tampil dalam final karena penampilan buruknya ketika melawan St. Johnstone pada pertandingan sebelumnya. Musim keduanya bersama Dunfermline, ia berhasil keluar sebagai pencetak gol terbanyak Liga Skotlandia bersama Joe McBride dengan 31 gol.[5]. Prestasi ini akhirnya mengantarkan Ferguson ke klub impiannya sejak kecil, Glasgow Rangers. Masa-masa di Rangers ternyata tidak menyenangkan Ferguson. Ia sering dicadangkan dan berlatih dengan tim junior. Hal ini membuat Fergie tidak betah dan hanya bertahan 2 musim bersama Rangers. Ia kemudian ditawari pindah oleh klub Inggris, Nottingham Forest.[6] akan tetapi istrinya, Cathie tidak menyetujui kepindahan mereka ke Inggris. Ia lalu memilih untuk pindah ke klub Falkirk. Ferguson dipromosikan sebagai pelatih merangkap pemain. Namun tak lama kemudian jabatannya digantikan oleh John Prentice. Ferguson kemudian memilih untuk pindah ke Ayr United dimana ia bermain disana sampai pensiun sebagai pemain pada 1974. Sebagai pemain Ferguson telah mencetak total 170 gol dalam 317 pertandingan.
Karier Manajerial :


East Stirlingshire (1974)

Pada bulan Juni tahun 1974, sesaat setelah ia pensiun sebagai pemain, Ferguson ditunjuk sebagai manajer paruh waktu unutk East Stirlingshire pada usia 32 tahun. Kariernya di East Stirlingshire hanya bertahan sebentar karena pada bulan Oktober 1974 ia menerima pinangan St. Mirren untuk menjadi manajer [7].


St. Mirren (1974-1978)

Kariernya di St. Mirren berlangsung gemilang, selama 4 musim menangani klub tersebut (1974-1978). Ferguson mengangkat klub kecil yang tadinya hanya ditonton oleh 1000 orang dalam pertandingan kandanganya itu menjadi juara Liga Skotlandia pada musim 1977 dengan permainan menyerangnya. Selain itu ia berjasa dalam menemukan bakat-bakat muda dalam diri Billy Stark, Tony Fitzpatrick, Bobby Reid dan Peter Weir. Kesuksesan Ferguson dalam mengangkat St. Mirren ternyata berujung pada pemecatan pada tahun 1978 karena konflik internal antara Ferguson sendiri dengan staffnya.[8] Presiden klub St. Mirren, Willie Todd bahkan mengatakan bahwa Ferguson "tidak mempunyai kemampuan manajerial yang baik". Dengan demikian St. Mirren adalah klub satu-satunya yang pernah memecat Ferguson sepanjang karier manajerialnya.


Aberdeen (1978-1986)

Ferguson menjadi manajer Aberdeen menggantikan Billy McNeil yang pindah ke Glasgow Celtic, ia diharapkan untuk mengembalikan masa kejayaan Aberdeen yang menjuarai Liga Skotlandia terakhir kali pada 1955. Namun karena usia Ferguson yang terbilang cukup muda (36 tahun) tetap saja ia kesulitan meraih respek dari para pemain yang beberapa diantaranya lebih tua dari manajer mereka sendiri. Pada musim debutnya, Aberdeen meraih peringkat ke 4 walaupun tidak pernah kalah sebelum Desember 1978. Ferguson juga membawa Aberdeen ke semifinal Piala Skotlandia dan Piala Liga Skotlandia. Pada musim berikutnya Aberdeen kembali kalah dalam final ajang Piala Liga Skotlandia oleh Dundee United setelah pertandingan replay. Ferguson menyalahkan dirinya sendiri yang seharusnya mengubah taktik dan komposisi pemain dalam pertandingan replay tersebut. Setelah pertandingan final itu, performa Aberdeen mengalami peningkatan sampai mereka menjadi juara Liga Skotlandia pada akhir musim 1979/80. Hal ini membuat Ferguson mendapatkan kepercayaan dan respek dari para pemain dan direktur klub. Ia tetap menjadi manajer yang penuh disiplin sehingga pemain-pemainnya menjulukinya "Furious Fergie" atau "Fergie yang Galak". Ia bahkan pernah mendenda salah satu pemainnya, John Hewitt karena mendahuluinya ketika mengendarai mobil di jalan. Ia juga pernah menendang sebuah teko teh kepada para pemainnya saat mereka tampil buruk dalam babak pertama. Ferguson juga menuduh pers mengutamakan 2 klub saja (Rangers dan Celtic) dalam pemberitaannya. Aberdeen terus meraih sukses dalam musim-musim berikutnya. Diantaranya meraih Piala Skotlandia pada musim 1981/82. Trofi ini mengantarkan Aberdeen unutk berpartisipasi lagi dalam ajang Eropa, kali ini di ajang Piala Winners. Performa Fergie bersama Aberdeen mendapat sorotan media setelah mereka secara mengejutkan menyingkirkan Bayern München setelah klub itu mengalahkan Tottenham Hotspur 4-1 dalam ronde sebelumnya. Kesuksesan ini mendatangkan kepercayaan diri pada skuab Aberdeen yang percaya mereka dapat meraih sukses dalam ajang Piala Winners. Hal yang menjadi kenyataan ketika pada 11 Mei 1983 mereka sukses mengalahkan raksasa Spanyol, Real Madrid 2-1 dalam final. Aberdeen menjadi klub ketiga Skotlandia yang meraih sukses Eropa setelah Rangers dan Celtic. Dalam kompetisi domestik Aberdeen berhasil mempertahankan mahkota juara Piala Skotlandia dengan kemenangan 1–0 atas Rangers di final. musim berikutnya Aberdeen kembali meraih gelar juara Piala Skotlandia untuk ke tiga kalinya secara berturut-turut, dan meraih gelar juara Liga Skotlandia. Hal ini membuat Ferguson dianugerahi gelar OBE pada 1984.[9] Fergie kembali membawa Aberdeen mempertahankan gelar juara Liga Skotlandia pada musim 1984-85. Musim berikutnya (1985/86) mereka gagal dalam ajang Liga, posisi 4 dalam klasemen, walaupun mereka meraih juara Piala Liga dan Piala Skotlandia pada tahun yang sama. Pada musim yang sama, Ferguson adalah salah satu staf pelatih dalam tim nasional Skotlandia ketika menghadapi ajang Piala Dunia 1986. Namun meninggalnya pelatih utama mereka, Jock Stein, membuat Ferguson ditunjuk menjadi pelatih utama Skotlandia pada Piala Dunia 1986. Ia kemudian menunjuk Archie Knox menjadi asisten manajer yang mana adalah juga asistennya di Aberdeen. Karena jasa-jasanya di Aberdeen, Ferguson kemudian diusulkan untuk menjadi salah satu direktur di klub tersebut, namun Fergie menolaknya dan mengatakan bahwa ia berniat untuk pindah dari Aberdeen pada akhir musim 1985/86. Walaupun ia tetap berada bersama Aberdeen pada awal musim 1986/87, namun pada November 1986, Ferguson akhirnya menerima pinangan Manchester United untuk menjadi manajer mereka menggantikan jabatan yang dipegang Ron Atkinson.


Manchester United (1986-2013)


Awal karier di Manchester United
Pusat Latihan Manchester United, The Cliff

Awal kariernya di Old Trafford tidaklah semulus yang ia kira. Saat itu MU terbelit dalam masalah alkohol yang kritis. Beberapa pemain andalan mereka (Norman Whiteside, Paul McGrath dan Bryan Robson), mempunyai hobi menenggak minuman keras dan mempunyai level kebugaran yang "menyedihkan". Ferguson, bersama-sama dengan Archie Knox yang diangkat menjadi asisten manajer saat itu, secara perlahan-lahan mengubah kebiasaan buruk itu dan menanamkan disiplin ketat bagi para pemain, hal yang masih berlaku sampai saat ini di MU. Pertandingan debutnya berakhir dengan kekalahan 2-0 atas klub underdog, Oxford United. Diikuti oleh hasil imbang 0-0 7 hari berikutnya melawan Norwich City. Kemenangan pertama United dibawah asuhan Fergie hadir pada 22 November 1986 ketika Red Devils mengalahkan Queens Park Rangers 1–0 di Old Trafford. Selain itu Fergie juga berhasil memenangkan pertandingan tandang satu-satunya yang mereka raih musim itu. Yang istimewa, lawan mereka adalah rival abadi United, Liverpool pada Boxing Day, hal yang mana telah dijanjikan oleh Fergie ketika konferensi pers pertamanya sebagai manajer United yaitu "akan menggantikan Liverpool sebagai klub Inggris paling dominan mulai saat ini". Dalam musim perdananya di United, Fergie membawa MU duduk di peringkat 11, setelah sebelumnya mereka sempat terdampar di peringkat 21. Musim berikutnya Ferguson mendatangkan beberapa pemain baru untuk membela United. Mereka adalah Steve Bruce, Viv Anderson, Brian McClair dan kiper Jim Leighton. Dengan tambahan pemain-pemain baru ia meraih posisi 2 dibelakang Liverpool yang menjadi juara Liga Inggris. Musim 1988/89 Ferguson kembali mendatangkan pemain baru, kali ini Mark Hughes yang kembali bergabung dengan United setelah penampilan mengecewakan selama 2 tahun di FC Barcelona. United diunggulkan untuk menjadi juara pada musim itu namun penampilan mereka mengecewakan dan akhirnya kembali terdampar di posisi 11 pada klasemen akhir. Pada awal musim, United tampil dalam partai persahabatan melawan tim nasional Bermuda dan Somerset County dimana Fergie turun sebagai salah satu pemain saat laga melawan Somerset. Ini merupakan satu-satunya penampilan Fergie berseragam Setan Merah dalam pertandingan.
Gelar liga pertama
Ferguson di Old Trafford

Musim 1989/90, Ferguson kembali mendatangkan pemain baru ; Paul Ince, Mike Phelan, Neil Webb dan bek Gary Pallister. Pada awal musim United berhadapan dengan juara bertahan Arsenal dimana Setan Merah berhasil menang 4-1 namun performa United menurun dan setelah kekalahan memalukan 5-1 dari rival sekota Manchester City, spanduk yang meminta Fergie untuk mundur mulai bermunculan di Old Trafford. Fergie sendiri menggambarkan bulan Desember 1989 adalah "masa-masa tergelap selama kariernya dalam dunia sepak bola" dimana United manjadi salah satu calon klub yang akan mengalami degradasi dari Liga Inggris. Dewan direktur klub tetap mempercayai Fergie sebagai manajer. Mereka bisa mentoleransi penampilan buruk klub karena beberapa pemain kunci cedera dan mereka juga puas atas peran serta Ferguson yang mengubah sistem pelatihan dan pencarian bakat di United. Kepercayaan dewan direksi klub dijawab Ferguson dengan kemenangan 1–0 pada final replay Piala FA melawan Crystal Palace yang saat itu diperkuat oleh Ian Wright. Raihan trofi ini adalah yang pertama untuk Fergie selama menangani United dan disebut-sebut sebagai trofi penyelamat kariernya di MU. Pada awal musim 1990/91 Fergie mendatangkan kiper asing dari Denmark, Peter Schmeichel untuk mengawal gawang United dan Andrei Kanchelskis untuk mengisi pos sayap kanan. Raihan trofi pertama membuat para fans berharap banyak pada musim berikutnya 1990/91, dimana sekali lagi United menghadirkan performa impresif ketika mengalahkan Arsenal di Highbury, 6-2. Namun performa yang kurang konsisten membuat United menderita kekalahan dari klub gurem Sunderland, Liverpool juga mengalahkan mereka 4-0 di stadion Anfield diikuti kekalahan dari klub sekota Liverpool, Everton di Old Trafford, 2-0. Kekalahan melawan Everton ini merupakan debut dari sayap kiri muda yang fenomenal, Ryan Giggs di tim utama setelah dipromosikan oleh Fergie dari skuat junior mereka. Performa inkonsisten mereka di Liga Inggris ternyata tidak berpengaruh pada penampilan mereka dalam ajang eropa. United melaju hingga partai final yang mempertemukan mereka dengan FC Barcelona dalam ajang Piala Winners dimana Setan Merah mengalahkan wakil Spanyol itu 2-1. Sayangya United kembali mengalami kegagalan pada musim berikutnya, walaupun sukses dalam ajang Piala Liga dan Piala Super Eropa, United gagal mempertahankan performa mereka dalam kompetisi domestik. Setelah gagal merekrut Alan Shearer, United mendatangkan penyerang Dion Dublin pada musim panas 1992. Penampilan sayap kiri muda Ryan Giggs semakin impresif setelah Fergie melepas Lee Sharpe, yang berposisi sama dengan Giggs, pada musim 1990/91. Dengan skuat yang ada saat itu, fans United mulai yakin akan performa Setan Merah dalam meraih trofi pertama mereka sejak musim 1966/67. Setelah performa buruk pada paruh pertama musim (peringkat 10 dari 22 klub), Fergie mendatangkan pemain baru pada Januari 1993, Eric Cantona (yang menjuarai Liga Inggris musim sebelumnya bersama rival United, Leeds United) sebesar £1.2 Juta. Penampilan Cantona bersama Mark Hughes di lini depan dan mental juaranya yang kental, langsung berimbas pada performa United secara keseluruhan yang langsung melejit memuncaki daftar klasemen dengan keunggulan 10 poin dari peringkat 2 Aston Villa dan akhirnya menjadi juara Liga Premier Inggris yang pertama kalinya. Ini juga trofi Liga Inggris yang ke 8 sepanjang sejarah klub dan menjadi trofi Liga pertama untuk Fergie sejak ia datang sebagai manajer United pada 1986. Musim 1993/94 Ferguson memperkuat skuat United dengan mendatangkan gelandang emosional, Roy Keane dari Nottingham Forest sebesar £3.75 juta sebagai calon pengganti kapten United saat itu, Bryan Robson yang mulai memasuki masa pensiun. United langsung memimpin klasemen liga dari awal musim sampai akhir musim 1993/94. Cantona menjadi pencetak gol terbanyak dengan 25 gol. (Walaupun 2 kali terkena kartu merah dalam jangka waktu 5 hari). Fergie juga memimpin United tampil dalam final ajang Piala FA dengan mengalahkan Chelsea 4-0. Ini merupakan gelar double pertama di United setelah dulu pernah mencapai prestasi serupa di Aberdeen.
Kemenangan ganda dan kekalahan
Ryan Giggs anggota skuat '92 menjadi pemain terbanyak yang tampil untuk United

Musim 1994/95 merupakan ujian berat bagi Fergie, karena Cantona harus absen selama 8 bulan karena menendang seorang suporter Crystal Palace di Selhurst Park, kandang Palace. Selain larangan tampil selama 8 bulan, Cantona juga mendekam di penjara selama 12 hari dan harus menjalankan tugas sosial selama 120 jam. Untuk mengisi posisi Cantona, maka United mentransfer Andy Cole dari Newcastle United sebesar £7 juta plus Keith Gillespie untuk Newcastle. Selain itu musim ini juga menjadi musim debut para pemain muda dari skuat 1992 yang menjuarai Piala FA Junior : Paul Scholes, Gary Neville, Nicky Butt dan David Beckham setelah sebelumnya Ryan Giggs (yang berpromosi dari skuat 92) telah mendapat tempat reguler dalam tim inti United. Namun United gagal mempertahankan gelar juara setelah imbang 1-1 melawan West Ham United pada pertandingan terakhir musim itu. Fergie juga gagal dalam final Piala FA dari Everton 1–0. Musim berikutnya (1995/96) Fergie mengejutkan para fans dengan melepas beberapa pemain inti United. Paul Ince di transfer ke Inter Milan sebesar £7.5 juta, diikuti oleh Mark Hughes yang dilepas ke Chelsea sebesar £1.5 juta dan terakhir Andrei Kanchelskis ke Everton. Pertandingan pertama United membuat dugaan media dan fans mereka seperti terbukti, kalah oleh Aston Villa 3-1, United dicap "tidak akan memenangkan apapun dengan skuat belia". Para pemain belia itu menunjukkan bukti sebaliknya dengan memenangkan 5 pertandingan berturut-turut, termasuk membalaskan dendam kepada Everton, 3-2 setelah gagal dalam final Piala FA dan menang 2-1 atas juara bertahan yang terpuruk di dasar klasemen, Blackburn Rovers. Pada Desember 1995, kembalinya Cantona memperbaiki performa United di liga, dimana mereka tertinggal 10 poin dari kandidat juara, Newcastle United. Sampai pada Januari 1996 jarak poin itu pun mengecil dengan hanya selisih 1 poin saja setelah Setan Merah menang pada pertandingan tandang 1–0 melawan sesama kandidat juara, Newcastle. Pada akhir musim pasukan belia United sukses meraih gelar juara Liga Inggris setelah menuntaskan perlawan Middlesbrough yang dimanajeri mantan kapten United, Bryan Robson 3-0. Fergie juga meraih gelar Piala FA mengalahkan Liverpool 1–0, lewat gol Cantona. Musim 1996/97 Fergie mendatangkan seorang penyerang belia dari Norwegia, Ole Gunnar Solskjaer yang akhirnya secara mengejutkan menjadi top skorer klub pada akhir musim serta seorang bek bernama Ronny Johnsen. Awal musim dimulai lewat penampilan impresif gelandang kanan dari United, David Beckham, yang memakai kostum no. 10 milik Mark Hughes, lewat gol dari tengah lapangan melawan Wimbledon. United menang 2-0. Setan Merah kembali berhasil meraih gelar juara Liga Premier Inggris ke 4 mereka dalam 5 musim, menegaskan dominasi United dalam ajang Liga Premier Inggris. Dalam pertandingan di kancah Liga Champions mereka berhasil mencapai semfinal sebelum dikalahkan oleh wakil Jerman, Borussia Dortmund yang akhirnya menjadi juara pada musim itu. Pada akhir musim ini, Eric Cantona, kapten United saat itu, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemain dengan alasan sudah kehilangan motivasi dan gairah dalam bermain sepak bola. Jabatan sebagai kapten United saat itu dialihkan kepada gelandang emosional, Roy Keane sementara kiper Peter Schmeichel sebagai wakil kapten. Nomor kostum 7 milik Cantona diserahkan kepada David Beckham yang saat itu mulai menanjak performa dan popularitasnya bersama United.


The Treble
Ferguson dengan mantan asistennya Carlos Queiroz

Mengawali musim 1997/98 dengan skuat belia yang makin matang, Fergie menambah kedalaman skuat dengan mentransfer penyerang Inggris, Teddy Sheringham, yang memakai kostum no. 10 milik Beckham, untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Cantona dan bek Henning Berg dari Norwegia. Musim ini berakhir dengan kegagalan bagi United dalam semua ajang.

Pada musim panas 1998, Fergie kembali mentransfer seorang penyerang, Dwight Yorke dari Aston Villa, bek tangguh dari Belanda, Jaap Stam dan winger serba bisa Jesper Blomqvist dengan total nilai transfer mencapai hampir £30 juta. Dengan kedalaman skuat United mereka, Setan Merah mencapai kesuksesan mereka pada musim ini dengan raihan 3 trofi juara dalam semusim (dikenal dengan nama "The Treble") lewat beberapa pertandingan yang meguras emosi Fergie. Pertama adalah saat United berhadapan dengan Juventus di semi final Liga Champion. Menit-menit awal merupakan mimpi buruk bagi United ketika Juve unggul dengan 2-0, namun lewat penampilan heroik sang kapten United, Roy Keane, Setan Merah berhasil membalikkan keadaan dengan unggul 3-2 dan melaju ke final pertama mereka di ajang Liga Champion sejak tahun 1968. Keane sendiri, bersama Paul Scholes, gagal tampil dalam laga final melawan Bayern München. Pada ajang semifinal Piala FA, Keane dikartu merah saat melawan rival domestik United, Arsenal dan menyebabkan pinalti pada menit-menit akhir laga. Peter Schmeichel kemudian tampil sebagai pahlawan dengan menghadang pinalti tersebut dan Ryan Giggs mencetak gol sensasional penutup laga setelah sendirian ia mendribel bola melewati sebagian pemain Arsenal. United kemudian memenangkan final Piala FA setelah mengalahkan Newcastle United lewat gol Sheringham dan Scholes, 2-0. Sebelum Final Piala FA Fergie telah memastikan diri sebagai Juara Liga Inggris. Laga final Liga Champion diawali lewat gol Bayern München pada menit-menit awal. Pada saat turun minum, Fergie memompa semangat skuatnya dan memasukkan dua penyerang, Sheringham dan Solskjaer untuk mengejar ketinggalan dari Bayern. Pilihan Fergie terbukti jitu, saat laga memasuki 3 menit tambahan (injury time), Beckham melambungkan bola dari sepak pojok yang kemudian disambar oleh Teddy Sheringham, 1-1. Bayern yang dalam tekanan hebat dari United kembali terkena sepak pojok, yang kembali diambil oleh Beckham. Bola lambung dari Beckham kali ini diarahkan ke mulut gawang Bayern yang dijaga oleh Oliver Kahn, yang tidak mengantisipasi pergerakan Solskjaer di depan gawangnya. Umpan itu pun disontek pelan oleh Solskjaer ke dalam gawang Bayern sehingga membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada menit tambahan ke 3. Pita merah-hitam yang melambangkan warna seragam Bayern, yang telah melilit Piala Liga Champion pun diganti oleh warna merah-putih, warna kebesaran Manchester United. Pada akhir musim Alex Ferguson dianugerahi gelar kebangsawanan Inggris, namanya pun resmi menjadi Sir Alex Ferguson.[10]. Musim ini juga menjadi musim terakhir bagi Peter Schmeichel di United, ia memilih pindah ke klub liga Portugal, Sporting Lisbon. Fergie kemudian mengambil Mark Bosnich dari Aston Villa untuk menggantikan posisi Schmeichel.

Pada musim 1999/00 dominasi United bersama Fergie semakin terlihat di klasemen akhir Liga Inggris, dimana Setan Merah unggul jauh atas rival mereka dengan 18 poin. Pada Desember 1999 United meraih trofi Piala Toyota mereka yang pertama dalam sejarah klub dengan mengalahkan Palmeiras di final. Giggs keluar sebagai pemain United pertama yang meraih gelar pemain terbaik pada ajang ini. Kepiwaian Fergie dalam mengembangkan United sebagai merek global tutur mendongkrak performa klub pada ajang kompetisi. Hal ini membuat United menjadi magnet bagi pesepak bola terbaik dunia untuk bergabung di Old Trafford. Pada akhir musim Fergie mendatangkan Ruud van Nistelrooy dari PSV Eindhoven seharga £18 juta, rekor pembelian pemain bagi klub Inggris saat itu, namun karena cedera maka United menunda kedatangan Nistelrooy setahun berikutnya. Fabien Barthez juga didatangkan dari AS Monaco senilai £7.8 juta, menjadikannya sebagai kiper termahal dunia saat itu. Barthez menggantikan posisi Bosnich dan Massimo Taibi sebagai kiper yang tampil buruk sepanjang musim. Musim 2000/01 diakhiri United dengan raihan Liga Premier Inggris untuk yang ketiga kalinya secara beruntun. Fergie jelas menjadi figur penting dalam raihan trofi United selama 3 musim terakhir. Namun performa United pada Liga Champion menemui kegagalan setelah kalah pada perempat final oleh Real Madrid pada musim 1999/00 dan Bayern München pada musim 2000/01. Pada akhir musim 2000/01 United mentransfer Juan Sebastián Verón dari Lazio senilai £28.1 juta. Verón menjadi pemain termahal yang pernah dibeli oleh Fergie saat itu.Ia bergabung bersama dengan van Nistelrooy yang telah sembuh dari cederanya tahun lalu.


Membangun kembali dan transisi
Beckham (23) and Zinedine Zidane(5) di Real Madrid pada Agustus 2003

Pada awal musim 2001/02 diwarnai dengan penjualan kontroversial bek Jaap Stam ke Lazio seharga £16 juta, yang mana membuat keseimbangan skuat Fergie terganggu. Absennya Stam di lini belakang United tidak mampu ditutupi oleh bek United lainnya dan keputusan ini pun disesali kemudian oleh Ferguson yang kerepotan mencari suksesor sang bek. Performa United menukik tajam dengan menempati peringkat 9 pada paruh musim. Performa United membaik seiring bergabungnya bek tua (36 tahun) Laurent Blanc dari Inter Milan pada Januari 2002 dan United pun menang dalam 8 laga Liga sehingga melaju ke peringkat atas Klasemen Liga. Namun hasil tersebut hanya bisa membawa United berakhir di peringkat 3 klasemen. Musim ini pun seharusnya menjadi musim terakhir Fergie menangani United karena faktor usia dan penurunan prestasi. Namun Fergie membatalkan niatnya unutk mundur dan tetap menangani United untuk 3 tahun ke depan. Pada akhir musim Fergie mencetak rekor pembeliannya selama menangani United dengan merekrut bek Tim Nasional Inggris, Rio Ferdinand sebesar £30 juta dari rival mereka Leeds United dan menjadikannya sebagai bek termahal dunia saat itu. Ferguson juga menunjuk Carlos Queiroz sebagai asisten manajer bagi United. Hasilnya terlihat pada musim 2002/03 dimana United berhasil menjadi juara Liga, dimana 2 bulan sebelum liga berhasil mereka tertinggal 8 angka dari kandidat juara Arsenal. Namun lewat penampilan tak terkalahkan sejak Desember, United berhasil meraih trofi juara Liga Inggris. Fergie sendiri sangat puas atas raihan trofi juara 2002/03 ini, karena kritikan tajam kepada Fergie sebelum awal musim yang dituduh telah kehilangan ambisi dalam menangani United. Pada akhir musim ini, Fergie secara mengejutkan melepas gelandang kanan United, David Beckham ke klub Spanyol, Real Madrid sebesar 35 juta Euro, menyusul insiden dimana Fergie, yang sedang mengamuk pada istirahat babak pertama ketika United berjumpa Arsenal dalam ajang Piala FA, secara tak sengaja menendang sepatu sehingga melukai pelipis kanan Beckham. Untuk mengisi posisi Beckham, Fergie secara tak terduga mentransfer seorang anak muda berbakat dari Sporting Lisbon, Cristiano Ronaldo sebesar £12.24 juta. Menjadikannya orang Portugal pertama yang bermain untuk United. Ia juga diberikan seragam no. 7 yang dulu dipakai oleh para legenda klub, seperti Beckham, Cantona dan George Best. Bulan Januari Fergie kembali mendatangkan penyerang Louis Saha unutk menggantikan posisi Solskjaer yang cedera. Musim itu berakhir dengan kegagalan United pada Liga Inggris dengan menempati posisi 3 klasemen akhir. Pada ajang Liga Champion United juga mengalami kegagalan di tangan FC Porto yang saat itu ditangani oleh Jose Mourinho. Pada akhir musim itu Fergie berhasil mentransfer bintang muda Inggris, Wayne Rooney dari Everton senilai £20 juta. Rooney menjadi target transfer sejumlah klub besar Eropa tapi Fergie berhasil meyakinkan Rooney unutk bergabung bersamanya di United. Tapi absennya penyerang utama, van Nistelrooy membuat Setan Merah finish di peringkat 3 selama 3 tahun beruntun. Pada akhir musim ini, Malcolm Glazer berhasil menguasai saham mayoritas dari Manchester United, hal ini mengundang gelombang protes dari para fans United yang khawatir biaya transfer pemain untuk United menjadi terbatas. Pada awal musim ini Fergie mendatangkan kiper sarat pengalaman, Edwin van der Sar dari Fulham dan gelandang serba bisa Park Ji Sung yang di transfer dari PSV. Musim ini merupakan musim transisi dari United, pada November 2005 Roy Keane memutuskan unutk hengkang dari United dab bergabung dengan Glasgow Celtic. Akibatnya United gagal melaju dari babak play-off Liga Champion. Nemanja Vidić dan Patrice Evra bergabung dengan skuat United pada bulan Januari 2006 dan Fergie berhasil membawa United menjadi runner-up Liga Inggris dibawah Chelsea dan menjuarai Piala Liga Inggris. Masa depan van Nistelrooy di United meenjadi tak menentu, terutama karena performa Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney yang sudah mendapat tempat utama di skuat Fergie. Pada akhir musim van Nistelrooy pindah ke Real Madrid.
Kedua Liga Champions Eropa

Awal musim 2006/07 menjadi suatu ujian bagi sisi manajerial Fergie. 2 orang pemain utamanya Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney terlibat perselisihan pada ajang Piala Dunia 2006. Insiden itu membuat rumor soal kepergian Ronaldo dari United makin membesar. Namun Fergie berhasil membujuknya agar bertahan di United dan mendamaikan kedua orang itu. Keberhasilan Fergie meredam emosi keduanya menjadi bahan bakar utama skuat United dalam menjalani awal musim baru. Kepergian Roy Keane pada November 2006, membuat Fergie mengincar gelandang Tottenham Hotspur, Michael Carrick. Dan pada awal musim Carrick resmi bergabung dengan skuat Setan Merah dengan nilai transfer £14 juta. Awal musim berlangsung baik bagi United yang untuk pertama kalinya memenangkan 4 pertandingan liga secara beruntun. Sekali lagi Fergie membuktikan dirinya sebagai master dalam mendatangkan pemain yang cocok dengan skema permainan yang diinginkan. Hasil transfer pada Januari 2006 berperan besar atas pencapaian United, mereka membentuk lini belakang solid bersama dengan kiper Edwin van der Sar, Rio Ferdinand dan kapten Gary Neville. Sementara Carrick menghadirkan stabilitas permainan di lapangan tengah, bahu membahu dengan Ronaldo, Giggs, Park Ji Sung dan Scholes menyokong Rooney di lini depan. Pada akhir musim United tidak terkejar dan mengamankan gelar juara Liga Inggris. Pada ajang Eropa, Fergie mengantarkan United mencapai semifinal dengan mencetak rekor kemenangan atas AS Roma 7-1 pada laga perempat final di Old Trafford. Pada laga semifinal United kalah dari AC Milan dengan agregat 3-5 setelah unggul 3-2 di Old Trafford. Walaupun begitu hasil ini merupakan tanda kebangkitan dari Setan Merah setelah beberapa tahun belakangan kalah bersaing dari Arsenal, Liverpool dan Chelsea.


Ronaldo berhadapan dengan Albert Riera dari Liverpool.

Awal musim 2007/08, Fergie kembali mendatangkan pemain untuk memperkuat skuatnya. gelandang bertahan Owen Hargreaves yang sukses bersama tim nasional Inggris di Piala Dunia 2006,sayap serba bisa Nani dari Portugal, gelandang serang Anderson dari Brasil dan penyerang Carlos Tevez resmi bergabung dengan Fergie di Old Trafford. Dengan kedalaman skuatnya, Fergie mengincar pencapaian gelar Eropa kedua bersama Setan Merah. Namun harapan Fergie sepertinya akan terbang seiring dengan performa dibawah standar United yang hanya meraih hasil imbang dalam 2 laga awal serta kalah 0-1 dari rival sekota Manchester City. Namun Fergie berhasil memotivasi skuatnya dan penampilan United sonta berubah drastis menjadi kompetitor dalam meraih gelar juara Liga Inggris bersama Arsenal dan Chelsea. Musim ini juga merupakan musim terbaik dari Cristiano Ronaldo yang secara luar biasa mencetak 42 gol dalam semua ajang yang diikuti oleh United, meraih trofi Sepatu Emas sebagai top-scorer Eropa, top-scorer Liga Inggris (35 gol) dan menjadi kandidat Pemain Terbaik Dunia FIFA. Pada akhir musim, Fergie kembali tampil di Final Liga Champion berhadapan dengan Chelsea, Ronaldo membawa United unggul 1–0 pada babak pertama sebelum disamakan oleh Chelsea pada babak kedua. Lewat drama adu pinalti, Fergie sukses memenangkan gelar Liga Champion keduanya sepanjang kariernya sebagai manajer. Fergie juga berhasil membawa United meraih trofi Piala Dunia Antarklub yang pertama bagi United. Pada akhir musim ini Fergie mengumumkan dirinya akan mundur dari jabatan manajer Manchester United pada tahun 2011, sesuatu yang kemudian diralatnya sendiri dengan mengatakan akan terus menjadi menajer United selama fisiknya masih memungkinkan. Musim berikutnya Fergie kembali meraih trofi juara Liga Inggris untuk ke 11 kalinya dan mengantar United menyamai rekor Liverpool yang telah menjuarai Liga Inggris 18 kali. Akhir musim 2008/09 juga menjadi musim terakhir bagi Cristiano Ronaldo yang pindah ke Real Madrid dengan rekor transfer dunia saat itu, £80 juta. Menjadikannya pemain termahal yang pernah dijual Fergie selama kariernya sebagai menejer klub. Musim 2009/10 menghadirkan kekecewaan bagi Fergie dimana ia gagal mempertahankan gelar juara Liga Inggris dan melewati raihan trofi Liverpool.
Catatan

    ^ "Sir Alexander Chapman Ferguson". mufcinfo.com. MUFCInfo. Diakses 12 July 2011.
    ^ "Alex Ferguson". Londonhearts.com. London Hearts Supporters' Club. Diakses 5 December 2011.
    ^ Bell, Stephen; Zlotkowski, Andre (6 June 2008). "Scotland XI Tour of Asia and Oceania 1967". Rec.Sport.Soccer Statistics Foundation. Diakses 5 March 2011.
    ^ "Sir Alex Ferguson is going to retire at the end of the season". BBC News. 8 May 2013. Diakses 8 May 2013.
    ^ "Scotland — List of Topscorers". Rsssf.com. 2009-06-12. Diakses 2009-10-30.
    ^ The Boss. hlm. 85.
    ^ The Boss. hlm. 117.
    ^ Campbell, Nicky (12 January 2006). "Guardian bullying article". The Guardian (London). Diakses 2007-11-11.
    ^ "Lewis heads sporting honours". BBC News. 1999-12-12. Diakses 2007-06-18.
    ^ "Arise Sir Alex". BBC News. 12 June 1999. Diakses 18 June 2007.

Referensi

    Ferguson, Alex (2013). My Autobiography. Hodder & Stoughton Ltd. ISBN 0-340-91939-6.
    Barclay, Patrick (2010). Football – Bloody Hell!: The Biography of Alex Ferguson. Vintage. ISBN 0-224-08305-8.
    Crick, Michael (2003). The Boss: The Many Sides of Alex Ferguson. Pocket Books. ISBN 0-7434-2991-5.
    Ferguson, Alex (2000). Managing My Life: The Autobiography. Coronet Books. ISBN 0-340-72856-6.